Monday, March 9, 2015

Ahok: Saya Masih Lebih Santun Kok, Enggak Pakai Bahasa Kasar



(News Today)Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali meminta maaf kepada warga Ibu Kota karena mempertontonkan pertunjukan politik yang tidak baik. Terlebih lagi, rapat mediasi bersama DPRD DKI Jakarta dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di kantor Kemendagri, Kamis (5/3/2015) kemarin, berujung ricuh.  

"Saya cuma minta maaf sama warga DKI, tergantung bagaimana warga DKI menilai saya. Saya masih lebih santun kok. Cumanunjuk biasa, enggak pakai bahasa kasar," kata Basuki di Balai Kota, Jumat (6/3/2015).  

Mediasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Pimpinan DPRD DKI memang diwarnai adanya umpatan-umpatan yang tidak pantas. Ada yang memaki Basuki dengan sebutan binatang. Ada juga pimpinan DPRD DKI yang menyebut Basuki tak beretika menekan pimpinan SKPD.

"Siapa bilang saya kasar? Saya enggak pernah maki-maki (anggota) DPRD lho. Kemarin pas saya akting membentak ke Pak Anas (Wali Kota Jakbar), eh mereka (anggota DPRD) langsung teriakin an****, ba*****, goblok; keluar semua. Saya pikir, ternyata Ahok lebih santun sedikit dari DPRD," kata Basuki.

Source : kompas

Dinilai Cerdas, Ahmad Dhani Jadi Bakal Calon Wali Kota Surabaya



Surabaya (News Today)Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memasukkan nama musisi Ahmad Dhani dalam daftar bakal calon wali kota pada Pemilihan Kepala Daerah Surabaya pada Desember 2015.

"Nama Ahmad Dhani diusulkan oleh kelompok-kelompok muda ke partai, dan kami sangat mengapresiasinya," kata Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya BF Sutadi di Surabaya, Jumat (6/3/2015).

Ahmad Dhani, menurut Sutadi, dinilai memiliki kemampuan memimpin. "Musisi itu cerdas loh. Meski artis, kalau kapabilitasnya bagus, diyakini mampu memimpin. Semisal, Rano Karno di Banten dan Dedy Mizwar di Jawa Barat," kata dia.

Nama Ahmad Dhani dan tokoh-tokoh lain, yang sudah masuk daftar bakal calon wali kota, selanjutnya akan disampaikan kepada publik Surabaya. "Kami masukkan semua nama ke survei dan hasilnya akan dijelaskan posisi mereka di mata masyarakat Surabaya," kata mantan birokrat Pemerintah Kota Surabaya itu.

Sutadi mengatakan, Tim Penjaringan Gerindra juga mempertimbangkan memilih Dhimam Abror Djuraid, wartawan dan Ketua Harian KONI Jawa Timur, untuk maju dalam pemilihan wali kota Surabaya.

"Nama Pak Abror juga dipertimbangkan dan dimasukkan daftar survei. Di Gerindra, tokoh eksternal kami lihat kapabilitas dan elektabilitasnya dari hasil survei. Jika tidak ada yang sesuai, maka kader internal juga bisa dipertimbangkan," ucap Sutadi.

Sutadi mengatakan, dengan modal lima kursi di DPRD Surabaya, Gerindra fokus membangun koalisi dengan partai-partai yang memiliki visi-misi sama dalam Pemilihan Kepala Daerah Surabaya 2015.

"Di daerah, tidak harus Koalisi Merah Putih (KMP), tetapi juga bisa dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Dengan kursi sekarang, kami pasti koalisi karena tidak mungkin mengusung calon sendiri," kata dia lagi.

Selain Ahmad Dhani, nama artis yang sudah masuk bursa bakal calon pemimpin Kota Pahlawan adalah bintang film sekaligus model Arzetti Bilbina, yang diusulkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Source : kompas

Sentul Jadi Sirkuit Balap Ferrari, Ini Alasannya



Jakarta (News Today)Adalah hal yang menarik saat Ferrari menunjuk Sirkuit Sentul sebagai salah satu trek yang akan dipakai dalam ajang Ferrari Challenge (FC) 2015. Lintasan satu-satunya kebanggaan Indonesia itu akan penuh ingar-bingar suara mesin Ferrari yang digeber berbagai pebalap non-profesional dari seluruh dunia, 2 Agustus 2015 mendatang.

Sentul akan menggelar seri ke-5 FC seri Asia Pasifik selain sirkuit-sirkuit dengan nama besar seperti Sepang-Malaysia, Fuji-Jepang, Shanghai-China, dan Zhuhai-China. Kemungkinan Bahrain atau Abu Dhabi juga akan menjadi penyelenggara seri terakhir.

Meski banyak orang Indonesia menganggap remeh sirkuit Sentul, namun pada kenyataannya FIA mengakui trek sepanjang 4,2 meter itu sebagai salah satu lintasan yang layak menggelar event internasional.

Apalagi, menurut Arie Christopher, CEO PT Citra Langgeng Otomotif (distributor resmi Ferrari di Indonesia), Indonesia dipandang sebagai negara dengan potensi pasar yang besar untuk penjualan Ferrari.

"Seharusnya kita berbangga punya fasilitas untuk mengehelat balapan internasional. Pembicaraan soal Sentul ini sudah dilakukan 2-3 tahun lalu dan sudah dilakukan inspeksi berkali-kali, baik dari FIA mau pun Ferrari," jelas Arie dalam konferensi pers Ferrari Team Indonesia di showroom Ferrari Jakarta, (6/3/2015).

Ditegaskan Arie, Sirkuit Sentul sudah diciptakan unuk balap mobil single seater, bahkan F1. Cuma memang dari sisi perawatan bisa lebih baik. Sentul pun masih punya waktu beberapa bulan sampai Agustus 2015 saat Ferrari Challenge berlangsung untuk melakukan perbaikan.

Source : kompas

Sidak ke Gudang Bulog, Ganjar Temukan 248 Ton Beras Berkualitas Buruk



Banjarnegara (News Today)Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di gudang logistik milik Bulog Kabupaten Banjarnegara, Jumat (6/3/2015) siang.

Dalam sidak tersebut, politisi PDIP itu menemukan ratusan ton beras yang berkualitas rendah dan tidak layak konsumsi. Beras-beras yang ditemukan itu merupakan beras lama yang tidak didistribusikan sejak bulan Oktber tahun 2014 lalu.

"Ya tadi saya sidak di Bulog. Beras kualitasnya jelek. Saya minta beras itu tidak dibagi ke masyarakat," kata Ganjar. 

Beras-beras berkualitas rendah tersebut diminta untuk tidak dibagi ke mayarakat. Ganjar juga menginginkan agar Bulog segera menyerap beras dari petani secepatnya. Sementara itu, beras yang terlanjur dibagikan di masyarakat jika berkualitas rendah agar ditarik kembali dan diganti yang baru. Pihaknya ingin agar masyarakat diberi produk yang bagus. "Jangan sampai tertunda pembeliannya. Percepat," perintahnya.

Jika pembelian cepat, pasokan serta harga beras akan kembali stabil. Hanya saja, lanjut Ganjar, Bulog mengaku tidak bisa langsung mengeksekusi beras dari petani karena harga masih melambung tinggi.

Harga tertinggi yang ditetapkan Bulog masih dibawah harga pasaran. Jika Usai disidak, pihak Bulog berhanji akan melaporkan temuan tersebut ke Pusat agar tidak dibagikan. Pasalnya 248 ton beras yang ditemukan berkualitas buruk, disarankan agar beras diubah menjadi tepung. "Bulog berjanji akan mengatasi itu," cetusnya.

Source : kompas

Sunday, March 8, 2015

Ini Anggota DPRD yang Kedapatan Marah-marah Saat Mediasi dengan Ahok



Jakarta (News Today)Sejumlah anggota DPRD DKI kedapatan marah-marah, seusai rapat mediasi antara Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD DKI, di Kementerian Dalam Negeri, Kamis (5/3/2015), kemarin. 

Dalam video yang diunggah oleh Pemprov DKI, mereka yang terlihat tak bisa menyembunyikan kekesalannya adalah Wakil Ketua DPRD Abraham "Lulung" Lunggana, serta dua anggota Komisi E, Fahmi Zulfikar Hasibuan dan Tubagus Arif.

Diduga, kekesalan ketiganya ditujukan kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. 

Kemarahan ketiganya kemungkinan besar disebabkan tindakan Ahok, sapaan Basuki, sebelumnya yang terlihat memarahi Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, terkait pengadaan perangkat penyedia daya listrik uninterruptible power supply (UPS) di wilayahnya.

Dalam video tersebut, Lulung terlihat mengeluarkan kata-kata ke arah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"Ini kan (pengadaan UPS) hasil pembahasan, SKPD harus tegas, kalau tidak sewenang-wenang dia," ujar politisi PPP itu.

Sementara itu, Arif melontarkan teriakan "sangat memalukan" yang diucapkan berulang-ulang.

Sedangkan Fahmi terdengar melontarkan pernyataan keras ke arah barisan tempat duduk para kepala SKPD. Pernyataannya mirip pernyataan yang dilontarkan Lulung, yakni ajakan untuk melawan Ahok.

"Kalian jangan takut dipecat. Jabatan hanya sementara, tetapi harga diri!" ujar politisi Hanura itu.
Di luar ketiganya, terdengar pula teriakan-teriakan lainnya. Namun tak jelas sumbernya.

Teriakan tersebut diantara berbunyi:

"Kalian lawan harusnya, lawan itu. Tidak berhak dia itu jadi gubernur."

"Semua SKPD dibuat merana, kasihan bapak-bapak ini"

Teriakan lainnya adalah teriakan caci maki yang diduga berasal dari arah barisan belakang.

Sebagai informasi, rapat mediasi antara Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD DKI berlangsung secara tertutup. 

Dengan demikian, di dalam ruangan itu kemungkinan besar hanya ada jajaran pejabat Pemprov DKI, anggota DPRD, dan staf Kemendagri.

Source : kompas

Share

Twitter Facebook